Hai, NutriFriends!

Sesuai dengan misi Nutrifood untuk menginspirasi gaya hidup sehat, sejak tahun 2013, Nutrifood senantiasa berkomitmen untuk menyelenggarakan roadshow program edukasi cermati konsumsi gula, garam, dan lemak, serta membaca label kemasan ke berbagai elemen masyarakat, sebagai upaya untuk turut berpartisipasi dalam pencegahan dan pengendalian prevalensi penderita penyakit tidak menular di seluruh Indonesia.

Kali ini (29 November 2016), para pejabat struktural kota Bandung menjadi target pelaksanaan program ini, tentu dengan harapan bahwa Pemerintah Kota Bandung (melalui para pegawai Dinas) dapat menindaklanjuti hal ini melalui inisiatif program kesehatan  yang dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat. Acara pun diawali dengan pemeriksaan kesehatan bagi para peserta, ada cek gula darah, cek kadar lemak, dan tentunya cek tekanan darah.

img_0021-copy img_0014-copy img_0025-copy

Program ini secara resmi dibuka oleh sambutan dari Wakil Walikota Bandung, Bapak Oded Muhammad Danial, yang memberikan apresiasinya terhadap pelaksanaan edukasi dan workshop ini. Beliau juga sempat berbagi inspirasi gaya hidup sehatnya lho 🙂 Adapun narasumber yang datang dalam kesempatan kali ini, yakni Dr. H. Zamhir Setiawan, M. Epid (Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI), Ir. Doddy Izwardy, MA (Direktur Bina Gizi, Kementerian Kesehatan RI) dan Yusra Egayanti, S.Si, Apt (Subdirektorat Standardisasi Pangan Khusus BPOM RI).

img_0064

img_0098

Senang sekali melihat antusiasme peserta dalam pelaksanaan program ini. Di Jawa Barat, data Riskesdas menunjukkan bahwa tingkat prevalensi beberapa penyakit tidak menular lebih tinggi dari rata-rata prevalensi nasional. Oleh karena itu, adanya program ini, yang dihadiri oleh para SKPD dari berbagai Dinas pemerintahan di kota Bandung, dapat menginspirasi dan mendorong pembuatan kebijakan perbaikan kualitas kesehatan masyrarakat, terutama di bidang pengurangan konsumsi GGL.

img_0178

Menariknya lagi, kolaborasi yang selama ini telah terjalin antara Nutrifood dan Pemerintah Kota Bandung, telah membuahkan hasil dimana Pemerintah Kota Bandung  secara resmi menetapkan tanggal 4 sebagai Hari Bebas Gula, sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengajak masyarakat membatasi konsumsi gula berlebih sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit berbahaya, seperti diabetes. Diresmikannya Hari Bebas Gula tersebut diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk setidaknya menghentikan konsumsi makanan berkadar gula tinggi.

img_0208

Nutrifood, Inspiring a Nutritious Life!

Jakarta, 17 November 2016 – Bertempat di Hotel Borobudur Jakarta, Nutrifood menggelar Half Day Conference : The Breakthrough in Food and Nutrition Research for Better Diabetes Management and Prevention dengan menghadirkan para Professor ahli yang mengupas tren Diabetes di Indonesia, yakni Prof. Dr. Ir. Antonius Suwanto, M.Sc (Profesor di bidang Mikrobiologi  dan Genetika Molekuler) dan Prof. Christiani Jeyakumar Henry (Clinical Nutrition Research Centre, Singapore Institute of Clinical Sciences, A*STAR).

Nasi putih merupakan bahan pangan yang paling banyak dikonsumsi di Asia, termasuk Indonesia. Namun, memang nasi putih berhubungan dengan tingginya prevalensi diabetes di Asia, karena tingginya indeks glikemik dari nasi putih. Nah! Ini dia NutriFriends, tips n trik dari Prof Jeyakumar untuk mengurangi nilai GI pada nasi putih :
– Mengonsumsinya bersama-sama dengan sayur-mayur atau makanan berprotein,
– Mengurangi porsi makan, salah satunya dengan menggunakan sumpit,
– Mendampingi makan nasi dengan sup.

para-narasumber-juri-nrc-grant-2016

Dalam kesempatan ini, Nutrifood juga sekaligus menggelar acara Awarding : Nutrifood Research Center Grant 2016, sebuah program kompetisi dengan apresiasi berupa dukungan dana penelitian dalam mendukung lahirnya penemuan baru di bidang kesehatan. Nutrifood memberikan dana dukungan penelitian senilai total Rp 320 juta kepada empat proposal penelitian terbaik, yang berhasil terpilih dari lebih dari 1000 pendaftar. Angka pendaftar yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berkisar 160 proposal. WOW! Hal tersebut bisa jadi salah satu indikasi kalau Indonesia punya banyak peneliti, yang potensinya perlu didukung dan difasilitasi guna mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

pemaparan-hasil-penelitian-nrc-grant-2015

 

pemaparan-rencana-penelitian-nrc-grant-2016

 

Selama satu tahun ke depan, keempat tim terpilih yang masing-masih diketuai oleh  Dr. rer.Nat. Marselina Irasonia Tan (Dosen Sekolah Ilmu Dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung), Desty Ervira Puspaningtyas, S.Gz, MPH (Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan/ Gizi, Universitas Respati Yogyakarta), Linda Artanti (Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro) dan Indra Purnomo (Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor) akan mengimplementasikan ide yang sudah mereka tuangkan dalam proposal penelitiannya dengan bantuan dana penelitiaan dari NRC Grant ini. Setelah periode penelitian berakhir, dunia kesehatan akan mendapatkan perkembangan ilmu pengetahuan terbaru terkait hasil penelitian yang telah mereka lakukan, seperti halnya dengan apa yang telah dilakukan oleh para pemenang NRC Grant 2015 yang juga memaparkan hasil penelitiannya dalam kesempatan kali ini.

 

 

awarding-nrc-grant-2016

Inspiring a Nutritious Life!

Bertempat di hotel Shangri-La Jakarta, NutriSari, salah satu brand kebanggaan Nutrifood, kembali menerima apresiasi dari Majalah SWA dan Frontier Consulting Group, berupa penghargaan Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2016 untuk Kategori Powder Fruit Juice. Sejak tahun 2009, NutriSari kerap mendapatkan penghargaan ini, dimana hal tersebut menandakan bahwa NutriSari mendapatkan kepercayaan dan loyalitas tinggi dari para konsumennya.

ns-icsa-2016-penerimaan-award-oleh-brand-manager-nutrisari

Tahun ini, survey ICSA telah memasuki tahun ke-18. Survey ini mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap merek yang pernah digunakan/dikonsumsi, yang diperoleh berdasarkan hasil survey dengan melibatkan 5.700 orang di 6 kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar, selama Agustus-September 2016.

Pengukuran tingkat kepuasan pelanggan diukur melalui 4 parameter, yaitu kepuasan pelanggan terhadap kualitas produk, kepuasan terhadap harga yang mereka bayar, keyakinan pelanggan bahwa merek yang telah mereka gunakan adalah merek yang terbaik, dan harapan pelanggan terhadap suatu merek akan kemampuannya dalam memberikan kepuasan di masa yang akan datang.

 

ns-icsa-2016

 

Nutrisari tentunya tidak akan bisa mendapatkan penghargaan ini tanpa dukungan dari kalian, terima kasih, NutriFriends! Semoga penghargaan ini mampu mendorong NutriSari agar terus berinovasi demi memuaskan para konsumennya.

Jakarta, 7 November 2016 Hai, NutriFriends! Ajang Nutrifood Leadership Award kembali lagi, sebagai salah satu inisiatif Nutrifood di bidang pendidikan yang bertujuan untuk memberikan apresiasi bagi para mahasiswa Indonesia yang memiliki potensi dalam bidang kepemimpinan. Setelah menyeleksi ribuan peserta melalui beberapa tahapan audisi, akhirnya terpilih 10 Awardees yang berhak mengikuti rangkaian kegiatan karantina sejak 3 November lalu, untuk dapat melakukan jelajah inspirasi di daerah yang mereka inginkan.

ke-10-inspiring-leaders-nutrilead-2016

Ke-10 Awardees ini dibagi menjadi dua kelompok besar, dimana masing-masing kelompok berkesempatan mengunjungi Desa Nelayan Tanjung Binga, Pulau Belitung dan suku Boti di Nusa Tenggara Timur, agar mereka dapat mempelajari kearifan lokal yang berkaitan dengan kepemimpinan, sekaligus melakukan kontribusi sosial. Nutrifood meyakini bahwa kegiatan ini dapat menjadi salah satu sarana pembelajaran untuk mengembangkan karakter sebagai pemimpin, serta memperkaya wawasan dan pola pikir. Kelompok kedua, yang terdiri atas Audy Fathia Indramulya, Andhika Priotomo, Boby Tandanajaya, Sarah Lucia, dan Nanda Puji Nugroho, berhasil meraih award Inspiring Group, karena inisiasi program yang mereka lakukan mampu memberikan dampak fungsional pada penduduknya, serta adanya nilai pembelajaran yang lebih optimal terhadap kearifan lokal penduduk sekitar.

the-most-inspiring-group-cahaya-untuk-boti

 

Melody Grace (Universitas Sanata Dharma) dan Irfanda Odytia (Institut Teknologi Sepuluh November), mewakili kelompok 1, berbagi pengalaman jelajah inspirasinya, “Selama tiga hari berada di Desa Tanjung Binga, kami berupaya mengenalkan potensi Eco-Tourism, untuk dapat mewujudkan Desa Tanjung Binga sebagai destinasi pesisir yang nyaman, khas, dan berbudaya. Kami melakukan edukasi lingkungan sejak dini kepada para anak-anak melalui metode Kartu Kwartet yang menarik dan informatif. Selain itu, kami pun menginisiasi lokasi dan melakukan pengecatan spot “gembok cinta” di pantai Tanjung Binga agar memberikan daya tarik kampung nelayan dengan kondisi daerah yang terlihat indah. Kami mengupayakan agar daya tarik tersebut menjadi sarana promosi viral di media sosial, sehingga semakin banyak orang yang ingin berkunjung ke Tanjung Binga.”

Pengalaman seru lainnya juga datang dari kelompok 2, yang diwakili oleh Sarah Lucia (Universitas Katolik Parahyangan) dan Andhika Priotomo (Universitas Indonesia), “Meski dalam waktu yang dapat dibilang cukup singkat, namun kami berusaha mengoptimalisasi kunjungan kami ke Suku Boti, Nusa Tenggara Timur melalui inisiatif Cahaya Untuk Boti dan Glowing Forest. Program Cahaya Untuk Boti bertujuan untuk membantu penerangan listrik dengan pemanfaatan solar panel. Kami juga memberikan “cahaya” melalui berbagai aktivitas edukatif, seperti bantuan distribusi buku pengetahuan, kegiatan mengajar dan melakukan permainan yang seru dan edukatif bagi anak-anak Suku Boti. Untuk program Glowing Forest, kami menginisasi ruang terbuka untuk para turis dapat berkumpul dan membuat api unggun. Ini akan menjadi daya tarik wisata yang tidak dimiliki daerah wisata lain di NTT. Dengan adanya keunggulan tersendiri, yakni Glowing Forest ini, kami berencana untuk bekerjasama dengan para tur dan travel lokal untuk dapat berkunjung ke Suku Boti selama satu malam.”

Ke-10 mahasiswa ini berhak menerima apresiasi atas kontribusi yang telah mereka lakukan pada komunitasnya dengan kemampuan leadership mereka yang inspiratif. Ajang Nutrifood Leadership Award 2016 memberi kesempatan untuk para Awardees dalam mendapatkan keluarga baru, memperluas networking, dan membuka kesempatan kolaborasi satu sama lain.

Pada acara awarding ini, hadir pula Anto Motulztravel sketcher, sebagai sosok yang memiliki hobi travelling dan telah merasakan manfaat dari hobinya tersebut, khususnya dalam pengembangan karakter seorang pemimpin.

Motulz bercerita, “Hobi traveling dan tentunya passion untuk menggambar, membuat saya senang mengabadikan momen melakui sketsa. Ketika menggambar, saya mencari objek dengan mengamati dan mengenal keunikan dan kearifan lokal yang ada di suatu daerah tersebut. Butuh waktu yang cukup lama untuk melakukan sketsa, dan biasanya pada saat itu akan ada warga sekitar, terutama anak-anak, yang mendatangi dan mencoba melihat apa yang saya lakukan. Saya memanfaatkan kesempatan itu untuk berbincang dan menginspirasi anak-anak tersebut bahwa menggambar dapat menjadi suatu hal yang menyenangkan, dan tanpa disadari mampu menyeimbangkan otak kanan dan kiri yang berguna bagi pengembangan diri mereka. Saat mengenal warga lokal, saya juga banyak belajar tentang kepekaan sosial, yang tentu menjadi kriteria penting bagi seorang pemimpin. Indonesia sudah memasuki kondisi Masyarakat Ekonomi ASEAN, sehingga mereka yang bertahan adalah mereka yang memahami root culture, agar tidak dapat tergantikan dengan pekerja-pekerja dari negara lain.”

press-conference-nutrifood-leadership-award-2016-ki-ka-mc-perwakilan-kel-1-dian-mariani-perwakilan-kel-2-motulz

Sampai bertemu di Nutrifood Leadership Award 2017!

Inspiring Future Leaders